Kamis, 06 Januari 2011

perenungan


MANGALA SUTTA
Sutta tentang berkah utama…

‘banyak dewa dan manusia
Berselisih paham tenteng berkah
Yang diharap membawa keselamatan;
Terangkanlah, apa berkah utama itu.


“Tak bergaul dengan orang yang tidak bijaksana,
Bergaul dengan mereka yang bijaksana.
Menghormat mereka yang patut dihormat,
Itulah berkah utama.

Hidup ditempat yang sesuai
Berkat jasa-jasa dalam hidup yang lampau,
Menuntun diri kearah yang benar,
Itulah berkah utama.

Memiliki pengetahuan dan keterampilan,
Terlatih baik dalam tata suisila,
Ramah tamah dalam ucapan,
Itulah berkah utama.

Membantu ayah dan ibu,
Menyokong anak dan istri,
Bekerja bebas dari pertentangan,
Itulah berkah utama.

Berdana dan hidup sesuai dengan dhamma,
Menolong sanak keluarga,
Bekerja tanpa cela,
Itulah berkah utama.

Menjauhi, tak melakukan kejahatan,
Menghindari minuman keras,
Tekun melaksanakan dhamma,
Itulah berkah utama.

Selalu hormat dan rendah hati,
Merasa puas dan berterima kasih,
Mendengarkan dhamma pada saat yang sesuai,
Itulah berkah utama.

Sabar, rendah hati bila diperingatkan,
Mengunjungi para pertapa,
Membahas dhamma pada saat yang sesuai,
Itulah berkah utama.

Bersemangat dalam menjalankan hidup suci,
Menembus empat kesunyataan mulia,
Serta mencapai nibanna,
Itulah berkah utama.

Meski tergoda oleh hal-hal duniawi,
Namun batin tak tergoyahkan,
Tiada susah, tanpa noda, penuh damai,
Itulah berkah utama.

Karena dengan mengusahakan hal-hal itu,
Manusia tak terkalahkan di manapun juga,
Serta berjalan aman ke mana juga,
Itulah berkah utama”

KARANIAMETTA SUTTA
‘sutta tentang kasih saying yang harus dikembangkan’

“inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang
tangkas dalam kebaikan
Untuk mencapai ketenangan.

Ia harus mampu, jujur, sungguh jujur,
Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong.

Merasa puas, mudah disokong/dilayani,
Tiada sibuk, sederhana hidupnya,
Tenang  indranya, berhati-hati,
Tahu malu, tak melekat pada keluarga.

Tak berbuat kesalahan walaupun kecil
Yang dapat dicela oleh para bijaksana,
Hendaklah ia berpikir : semoga semua makahluk berbahagia dan tenteram,
Semoga semua makhluk berbahagia.

Makhluk hidup apa pun juga,
Yang lemah dan kuat tanpa kecuali,
Yang panjang atau besar,
Yang sedang, pendek, kecil atau gemuk,

Yang tampak atau yang tak tampak,
Yang menjauh atau pun dekat,
Yang telah lahir atau yang akan lahir,
Semoga semua makhluk berbahagia.

Jangan menipu orang lain,
Atau menghina siapa saja,
Jangan karena marah dan benci,
Mengharap orang lain celaka.

Bagaikan seorang ibu mempertaruhkan jiwanya
Melindungi anaknya yang tunggal,
Demikianlah terhadap semua makhluk
Dipancarkanya pikiran (kasih saying) tanpa batas.

Kasih sayangnya kesegenap alam semesta
Dipancarkanya pikiran itu tanpa batas,
Ke atas, ke bawah, ke sekeliling,
Tanpa rintangan, tanpa benci dan permusuhan.

Selagi berdiri, berjalan atau duduk,
Atau berbaring, selagi tanpa lelap,
Ia tekun mengembangkan kesadaran ini,
Yang dikatakan : berdiam dalam Brahma.

Tidak berpegang pada pandangan salah ( tentang atta / aku ),
Dengan sila dan penglihatan yang sempurna,
Hingga bersih dari nafsu indra,
Ia tak akan lahir dalam rahim manapun juga.”


BRAHMAVIHARAPHARANA
‘peresapan Brahma Vihara’

Semoga aku berbahagia,
Bebas dari penderitaan,
Bebas dari kebenncian,
Bebas dari penyakit,
Bebas dari kesukaran,
Semoga aku dapat mempertahankan kebahagiaanku sendiri.

Semoga semua makhluk berbahagia.
Bebas dari penderitaan,
Bebeas dari kebencian,
Bebas dari kesakitan,
Bebas dari kesukaran,
Semoga mereka dapat mempertahankan kebahagiaan mereka sendiri.

Semoga semua makhluk
Bebas dari penderitaan

Semoga semua makhluk
Tidak kehilangan kesejahteraan yang telah mereka peroleh.

Semua makhluk
Memiliki karmanya sendiri,
Mewarisi karmanya sendiri,
Lahir dari karmanya sendiri
Berhubungan dengan karmanya sendiri,
Terlindung oleh karmanya sendiri,
Apa pun karma yang diperbuatnya
Baik dan buruk,
Itulah yang akan diwarisinya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar